Archive for October, 2008

BISNIS PLAN “FIRDAUS LOBSTER”

October 20, 2008

BISNIS PLAN “FIRDAUS LOBSTER”

1. LATAR BELAKANG

Keberadaan lobster air tawar dapat dikatakan sesuatu hal yang baru. Khususnya lobster jenis red claw. Jenis ini selain dapat dibudidayakan sebagai udang konsumsi, juga sebagai udang hias. Lobster air tawar relatif mudah untuk dibudidayakan dan diminati banyak orang. Kebutuhan konsumsi yang sangat tinggi terutama untuk kebutuhan ekspor merupakan daya tarik tersendiri.

2. TUJUAN

Tujuan direncanakannya usaha ini adalah;

    1. Mencari Ridha Allah SWT.
    2. Mencari rezeki yang barakah
    3. Membuka lapangan kerja
    4. Mendayagunakan potensi umat yang tidak tergunakan.

3. GAMBARAN UMUM

KEGIATAN USAHA

Pembenihan lobster :

Merupakan usaha untuk mendapatkan benih atau anakan.

Pembesaran lobster :

Merupakan pembesaran benih lobster mejadi lobster dewasa yang siap dikonsumsi. Tidak hanya terbatas pada udang konsumsi tetapi juga sebagai udang hias.

PASAR

Segmentasi pasar:

Jangka Pendek (±1 tahun) : Bandung & sekitarnya

Jangka Panjang (≥1 tahun) : dalam dan luar negeri

Target pasar:

Sebagai udang konsumsi : Rumah makan, restoran, hotel, dll

Sebagai udang hias : Pasar ikan, pedagang ikan hias, hobiis (kolektor ikan hias), dll

Positioning:

Sebagai peternak dan pengusaha lobster air tawar mulai dari pembenihan, pembesaran sampai marketing dan penjualan

TAKTIK PEMASARAN

  1. Marketing Mix concept
    1. Produk berkualitas
    2. Harga bersaing
    3. Tempat yang mudah dijangkau
    4. Publikasi dan pemasaran yang bertahap
    5. Pelayanan yang bersahabat dan profesional
    6. Informasi yang jelas kepada konsumen

  1. Strategi penjualan

penjualan dilakukan dengan promosi tertulis dan visual. Promosi ini difokuskan pada target pasar yang ada. Setelah suatu target pasar tercapai maka dilanjutkan dengan target pasar berikutnya. Strategi penjualan ini diupayakan menghasilkan kerjasama yang besar dan jangka panjang dengan perusahaan penampung lobster kelas besar. Berdasarkan konsep ini, diharapkan berapapun produksi lobster yang dihasilkan sudah ada kejelasan pihak yang akan membeli lobster tersebut.

4. GAMBARAN RINCI

1. ASUMSI USAHA

· Lama pengusahaan sekitar satu tahun

· Pemanenan dapat dilakukan empat kali per tahun

· Lobster yang dibudidayakan adalah jenis Cherax quadricarinatus

· Tingkat kematian benih mencapai 15%

· Harga jual benih umur 2 bulan Rp 7.500,- per ekor

· Jumlah anakan yang dihasilkan per induk diambil rata-rata dari 100 s.d 200 ekor yaitu sebanyak 150 ekor

2. ANALISIS USAHA (Per 6 bulan)

Dalam usaha lobster air tawar setidaknya ada dua peluang usaha yang bisa dimasuki oleh para peternak. Usaha tersebut yaitu pembenihan dan pembesaran lobster air tawar. Berikut gambaran analisis usaha dengan memperhitungkan biaya dan pendapatan:

A. PENGELUARAN

1. Biaya tetap:

a. Induk 10 pasang @ Rp. 60.000,- Rp. 600.000,-

b. Akuarium 20 buah @ Rp. 125.000,- Rp. 2.500.000,-

c. Rak akuarium Rp. 1.000.000,-

d. Pompa Air akuarium 20 buah @ Rp. 30.000,- Rp. 600.000,-

e. Aerator 10 buah @ Rp.13.000,- Rp. 130.000,-

f. Pipa paralon 0,5 inchi 4 buah @ Rp. 12.000,- Rp. 48.000,-

g. Slang aerator 20 meter Rp. 20.000,-

g. Sambungan dan keran aerator Rp 50.000,-

h. Pipa paralon ukuran 0.5 s/d 4 inchi Rp 100.000,-

i. Lem pipa Rp 10.000,-

sub total Rp. 5.058.000,-

2. Biaya Operasional Sampai BEP (6 bulan)

a. Sewa rumah (Rp. 300.000,- per bulan) Rp. 1.800.000,-

b. Pakan (Rp. 5000,- per hari) Rp. 900.000,-

c. Listrik dan air (Rp.50.000 per bulan) Rp 300.000,-

sub total Rp. 3000.000,-

TOTAL BIAYA PENGELUARAN Rp. 8.058.000,-

B. PENERIMAAN PENJUALAN (Per 6 Bulan atau 2 kali panen)

Penjualan Benih 10 induk x 200 ekor x 85% x 2

Rp5.000,- = Rp 17.000.000,

C. PENDAPATAN (Per 6 Bulan atau 2 kali panen)

Penerimaan – Biaya operasional = Rp 8.942.000,-

3. DATA PASAR

Permintaan di dalam negeri dari konsumen, agen dan pengusaha lainnya cukup besar. Sejauh ini sudah ada satu pengusaha dan satu agen ikan hias yang menawarkan agar lobster yang kami hasilkan dijual kepada mereka baik dengan system beli ditempat maupun konsinyasi.

Tingginya permintaan baik dalam dan luar negeri dari berbagai restaurant maupun hotel-hotel berbintang yang menyajikan makanan berbahan dasar lobsterpun sangatlah besar. Hal ini dikarenakan karakteristik yang dimilikinya tidak ada pada udang jenis lain. Ukuran tubuhnya yang besar membuat kandungan dagingnya juga lebih banyak. Ditambah dengan rendahnya kandungan lemak, kolesterol, dan garam yang dimilikinya dibandingkan dengan lobster air laut, sehingga aman dikonsumsi.

Berikut beberapa negara pengimpor lobster: Jepang, Singapura, Malaysia, Hongkong, Cina, Taiwan, Korea, Jerman, AS, Kanada, Selandia Baru, Australia, Belgia, Belanda, Perancis. Bahkan di Hongkong, lobster disajikan dalam bentuk nuggets, sup dan campuran salad.

5. STRATEGI PENGOLAHAN BISNIS

Strategi Pengembangan Usaha

Pasar yang menjadi tujuan ialah dalam negeri dan mancanegara. Untuk pasar dalam negeri diawal kami berencana mengembangkannya di kota Bandung sebagai tempat kami beraktivitas baik kuliah, bisnis, maupun berorganisasi. Lalu setelah stabil kami akan mulai memasarkan produk kami di Jawa dan Sumatera. Kemudian ke wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yang potensial untuk pemasaran lobster. Kami akan mencoba mengembangkan usaha pembudidayaan lobster ini tidak hanya di Bandung, tetapi juga di beberapa kota lainnya di Jawa maupun Sumatera dengan jaringan atau link yang kami miliki. Kemudian kami akan mencoba merambah pasar internasional ke mancanegara terutama yang terdekat seperti Malaysia dan Singapura.

Alur Pengembangan Usaha

1. Persiapan usaha dan pemenuhan faktor-faktor produksi sebagai modal.

2. Usaha pembenihan lobster dengan sistem budidaya akuarium.

3. Pemasaran dan penjualan benih dengan fokus market kota Bandung sampai tercapai BEP (Break Event Point) dengan manajerial yang profesional.

4. Mengembangkan usaha pembesaran lobster disamping usaha pembenihan.

5. Pencarian lahan-lahan baru untuk pengembangan usaha di Jawa dan Sumatera.

6. Manajerial keuangan secara profesional

7. Pemasaran dengan target utama menguasai pasar dalam negeri.

8. Pemasaran ke mancanegara


Demikianlah proposal ini dibuat dalam rangka pengembangan usaha yang sudah ada. Atas segala perhatian dan bantuan yang ada, kami mengucapkan terima kasih.

Bandung, 10 Oktober 2008

Pemohon,

( Verry Aria Firmansyah )

( Kristiono )

( Marisan )

( Victor )

( Audrey )

( Gilang)

Advertisements

ROSKOSMOS, those who stand out from the crowd!

October 20, 2008

Q : Perusahaan apa yang paling kreatif dan innovatif?

A : hmm, menjawab pertanyaan ini tentu tidak mudah bukan? pun, jawaban akan sangat subjektif. tapi, karena ini perlu dijawab, maka liwat posting ini kami akan coba berbagi pandang tentang perusahaan yang layak diberi predikat itu.  “A Creative Company”.

Q : kenapa musti company, apakah koperasi tidak ada yang kreatif?

A : musti company karena itu kehendak tor tugas :p

Q : apakah company itu?

A : menurut kamus.itb.ac.id, Company adalah kata benda (j. -nies) 1 perusahaan, firma, maskapai. 2 kompi. 3 teman-teman, tamu-tamu. 4 rombongan.

======semakin ngga nyambung====

karena bentuk kreatif bisa macam-macam (lihat disini), maka kriteria kreatif sebuah perusahaan juga bisa dipandang dari berbagai sisi. meminjam analogi pak dosen minggu lalu, microsoft kreatif karena berhasil mencipta software komputer dengan harga lebih murah sehingga sukses di pasar. sebaliknya, Apple juga kreatif karena selalu mengkreasi produk-produk teknologi yang high end. oleh sebab itu, kita tidak bisa secara objektif mengukur perusahaan mana yang lebih kreatif. Microsoft kah? atau Apple kah? well, disini berlaku prinsip perbandingan yang harus setara, apple to apple comparation!

Jadi, sepakat bukan klo menilai kreatifitas perusahaan bisa dari berbagai sisi? postingan ini akan menilai tingkat kreatifitas perusahaan dari keunikan businessnya. Dan, mari kita putuskan bahwa perusahaan kreatif yang masuk kriteria ini adalah perusahaan yang merk-nya jadi judul tulisan.

Roskomos (Russia Federal Space Agency)

Russia merupakan negara pertama yang berhasil mengirim  manusia bumi melintasi orbit luar angkasa. keberhasilan kosmonot Yuri Gagarin menggagahi orbit tidak hanya menandai era baru dalam peradaban kita, first ever human being who uncover the last frontier. Tapi tentu saja membuat amerika meraung-raung kesakitan karena kebakaran jenggot :D.

kali ini, Russia kembali men-dazzle seantero bumi dengan (lagi-lagi) mengirimkan manusia jalan-jalan ke luar angkasa. “Manusia Jalan-Jalan“, orang yang dikirimkan ke luar angkasa untuk hang out, buat leyeh-leyeh aka berpariwisata!!

nah, ini jadi alasan saya bilang roskosmos sebagai perusahaan kreatif. Roskosmos -meski bukan private body, lebih pas disebut BUMN-nya Russia- menjadi agen perjalanan yang menerapkan prinsip new wave marketing (Branding, Positioning dan Differentiating) dengan sangat kuat.

1. roskomos, merupakan segelintir “agen perjalanan” yang memiliki predikat “ter” paling banyak. Diantaranya ter-high end technology; ter-expensive; dan ter-exclusive. ketiga kategori “ter” membuat perusahaan ini memiliki level differentiating yang tinggi.

2. bisnis pariwisata yang dilakukan roskomos “stand out from the crowd”, sangat keluar dari pakem business as usual. roskomos memaknai pareto law (80/20) dengan impressive. prinsip ketidakseimbangan yang mengklaim 80 persen kuasa ekonomi dunia berada di tangan kurang dari 20 persen populasi ini, benar-benar  dibuktikan roskomos.

coba bayangkan ada berapa banyak agen perjalanan di muka bumi ini? bisa jadi jutaan bukan? nah, dari jutaan agen perjalanan tersebut, berapa banyak yang menawarkan perjalanan wisata ke luar angkasa?! tidak sampai lima jari (NASA, ESA). lima jari ini yang pada akhirnya memiliki omzet pariwisata yang sangat tinggi. bagaimana tidak, sekali jalan orang harus bayar 300 milliar!! those all the da*n money cuma buat perjalanan bolak-balik dua minggu saja!

bergerak di dunia “leisure/waktu luang” berbiaya multi miliar rupiah (+/- US 30 juta) yang pangsa pasarnya sangat-sangat niche -top 2% warga dunia- merupakan strategi positioning yang luar biasa!

3. perjalanan wisata ala roskosmos juga phenomenal. sebagai wisatawan kita bisa langsung mendadak terkenal. lihat saja Richard Galliot. miliyuner game asal Amerika ini beroleh publikasi gratis yang luar biasa setelah dirinya resmi jadi kliennya roskosmos. bukan hanya itu, roskosmos membuat aura digdaya russia semakin menggema. inilah Branding!

well, bagaimana prospek bisnis ini? hmm..pembahasannya mungkin bisa kita lanjutkan lain kali. sekarang kuliah dulu 😀

-kris

Aerotropolis

October 20, 2008

Aerotropolis merupakan konsep perencaanan baru yang dikembangkan oleh John D Kasarda dari UNC. seperti halnya metropolitan dengan city core sebagai pusat, konsep ini juga menjadikan bandara sebagai pusat perekonomian suatu kota. perubahan kompetitif yang terjadi dari cost ke arah agility menjadikan perusahan menerapkan just in time manufacturing and delivery. salah satu contohnya adalah Global Supply Chain perusahaan Dell Computer berikut disertakan file presentasinya.

Aerotropolis

Anggota Kelompok Creativity Innovation: Business Planner

October 19, 2008

Berikut merupakan anggota dari kelompok Business Planner:

  1. Ario Wihaskoro (15404050)
  2. Andrew Siahaan (15405011)
  3. Audrey Hansi H (15405019)
  4. Verry Aria F (15405079)
  5. Victor Paskalathis (15405081)
  6. Kristiono (154505085)
  7. Gilang Surawijaya (15405087)
  8. Marisan H Nadeak (15405091)